Senin, 27 Maret 2017

Suatu yang Tidak Kasat Rasa

Organisasi merupakan wadah bagi para pemuda untuk mengembangkan minat, bakat dan pemikiran. Sekumpulan orang dengan satu misi yang sama. Saya kira semuanya sepakat, bahwa dalam satu organisasi harus saling bahu-membahu untuk mewujudkan tujuan bersama. Tujuan yang telah dirancang sejak awal melangkah.

Terwujudnya suatu tujuan tidak lepas dari peran para anggota yang turut aktif dalam pergerakan, hingga semuanya bisa tercapai dengan baik. Memang tidak semua bisa tercapai dengan mulus, akan tetapi harapan generasi selanjutnya untuk melanjutkan sangat besar, jika memang tujuan yang dicanangkan mampu mendobrak segala aspek kemajuan organisasi.

Namun dalam pelaksanaannya, tidak semua komponen anggota berjalan dengan mulus. Bak ibarat sebuah mobil yang melaju di jalan tol, ada salah satu atau beberapa komponen yang rusak karena berbenturan dengan komponen lain atau memang daya tahannya lemah. Di dalam sebuah organisasi pun tak jauh berbeda.

Ada saja hal yang membuat kita berbenturan dengan rekan seorganisasi. Perbedaan pendapat, pemikiran dan pandangan, sangat lumrah dalam memperkaya langkah kemajuan. Namun yang sering terjadi justru tak sedikit anggota yang 'baperan'. Terlalu menganggap sesuatu sebagai hal yang mutlak, padahal itu sangat fleksibel sekali.

Tak ayal, perpecahan diantara anggota pun tak terhindarkan. Antara satu dengan yang lain saling menjauh karena ada yang dianakemaskan dan dianaktirikan. Yah, ini terlihat sangat mencolok. Anggota yang dianggap memiliki potensi dianakemaskan, sedangkan lainnya hampir disingkarkan secara halus. Ini yang menjadi rahasia masalah internal suatu organisasi.

Hingga topik pembicaraannya pun berbeda, antara kedua kelompok ini. Leader mempunyai peran yang sangat strategis dalam kasus seperti ini. Mempertahankan anggota yang berpotensi itu penting, tapi mempertahankan anggota yang kurang berpotensipun sebuah keharusan. Jadi, jangan ada anggapan "saya anggota yang tidak dianggap". Ini yang menjadi alasan terkuat anggota tersebut hengkang dari kehangatan organisasi. Padahal dalam hal realisasi program dan tujuan, belum tentu yang berpotensi bisa  mewujudkannya. Artinya, segala kemungkinan itu bisa saja terjadi. Leader harus pandai membaca pikiran anggota yang mempunyai misi besar untuk perubahan yang lebih baik.

Secanggih apapun CPU komputer tidak akan berfungsi jika tidak ada monitor dan komponen lainnya. Secerdas apapun leader, hanya sebuah kesia-siaan jika anggotanya melempem.

Kadangkala leader cacat dalam hal kasat rasa seperti ini. Dianggapnya biasa saja, padahal ini sangat pundamental. Sama halnya seperti, leader harus menolong si A dan si B dari jurang. Keputusan yang diambil tidak kasat rasa, tetapi bahasa tubuh leader harus menyelamatkan mereka berdua, karena mereka adalah calon leader selanjutnya. Tidak semua leader terlahir dari orang-orang yang berpotensi, sebaliknya pun ada.

Keharmonisan organisasi akan terasa lebih hangat manakala semua komponen saling mendukung dan membahagiakan satu sama lain. Puncak pencapaian organisasi adalah tercapainya tujuan dan bahagianya anggota meskipun menanggung beban.

Toto Si Mandja

About Toto Si Mandja

Hidupilah organisasi, jangan numpang hidup di organisasi.